Thursday, May 15, 2008

Jangan remehkan kesehatan

Sekali lagi saya disentil. Padahal berkali2 diingetin suami untuk selalu bawa snack ke kantor, siaga dengan obat2an pribadi dimana pun, dan jangan makan terlalu asam dan pedas.

Poin pertama dan kedua sebenarnya selalu saya lakukan waktu di balikpapan. Pindah jakarta, terlena, kelupaan (atau malas?) terus.

Poin ketiga adalah poin kearoganan saya. Saya merasa saya ini jagonya makan asam dan pedas. Buah seasam apapun, dan sambal sepedas apapun, biasanya lolos2 saja dari perut saya. Bener2 berlawanan ama suami. Dia sukanya ga asem dan ga pedes :) Tapi dia selalu ngingetin: "jangan keaseman yaa.. jangan kepedesan yaa...".

Ceritanya kemarin saya disentil. Siang makan bakwan pake sambel pedes. Sore perut ga diisi. Magrib maag saya kambuh ga sedia obat maag. Alhasil, perut saya melilit di saat jam kerja lewat (ga ada yg bisa dimintain obat) dan untuk ke apotek terdekat ga kuat jalan (saking sakitnya).

Suami jemput dan beliin obat maag. Reda sakitnya.

Tulisan ini dibuat untuk mengingatkan saya untuk tidak arogan dan bermain2 dengan kesehatan.

and thanks to my husband for leaving his work immediately, for his never ending patience to remind me, and for his love... je t'aime fort cheri.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home