Monday, June 14, 2010

11 June 1976

aki dan nenek baru aja merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke 34. lagi pengen cerita soal aki dan neneknya pilar. oh ya, kenapa nenek bukan nini (*bhs sundanya nenek*)? karena kakak sepupunya pilar, kak qistan, keburu nyaman dengan panggilan nenek :) tapi aki tetep aki, bukan kakek hehehe gapapa lah yaa...

neneknya pilar lahir di tasikmalaya tahun 1947 di masa pengungsian sebagian besar penduduk kota bandung karena pendudukan jepang dan belanda. nenek menghabiskan masa kecilnya di ciparay (kabupaten bandung) lalu di bandung selama masa sekolahnya. oya, smp dan smanya nenek dan aki sama lho: smp 3 dan sma 3 bandung...(tradisi ini diteruskan oleh mamanya pilar). nenek kemudian melanjutkan ke fakultas kedokteran unpad. padahal sebenarnya nenek juga diterima di elektro itb, tapi karena beberapa alasan, nenek akhirnya memilih untuk menjadi dokter. nenek adalah satu2nya di keluarga besar amih (*buyutnya pilar almarhumah*) yang berhasil menyelesaikan sarjananya. subhanallaah, pilar pantas bangga dengan prestasi nenek ya di tengah keterbatasan ekonomi saat itu. setelah mendapat gelar dokter, nenek memilih untuk menjadi dokter umum di puskesmas di bandung agar lebih memiliki waktu untuk keluarganya. keseharian nenek waktu kami masih kecil dulu adalah, pergi ke kantor (puskesmas atau dinas kesehatan) di pagi hari setelah semua anaknya pergi sekolah, lalu pulang sekitar jam 1 siang. nenek masih sempat menyiapkan makan siang kami sebelum berangkat praktek sore di puskesmas hingga menjelang magrib. makan malam tetap disiapkan nenek dan tak lupa nenek mengingatkan apakah semua pr sudah kami kerjakan. tak jarang nenek juga membantu jika kami ada kesulitan dalam pelajaran.
oya, nenek sempat buka praktek di rumah. tapi karena kebandelan anak2nya (*higs*) akhirnya prakteknya tutup karena kami sering menteror ruangan praktek saat ada pasien, seakan ga rela mamah memberi perhatian pada orang lain selain anak2nya. huaaaa, maafkan kami nek. kami nakal sekali waktu itu ya? :(
nenek juga sangat disiplin dengan keuangan. nenek tidak melek merk, jarang sekali beli2 baju atau perhiasan dengan alasan kalau memang masih ada yg bisa dipakai, kenapa harus beli yang baru.. nenek memilih untuk membelanjakan uangnya untuk beli daging setiap hari untuk makanan anak2nya. biar dirinya tidak beli baju, asalkan anak2nya makan yg cukup setiap hari (*mulai menitikkan air mata*). nenek terbuka dengan kondisi keuangan nenek dan aki. saat kami rewel minta dibelikan sesuatu, dan tidak dipenuhi, nenek cerita financial planning keluarga, berapa gaji aki dan nenek per bulan, berapa yg dihabiskan untuk pengeluaran per bulan, berapa yg harus ditabung untuk biaya pendidikan kami, berapa utang yg harus dibayar, as open as that. we knew that we were not rich jadi ya sadar diri saja. barang2 bagus dan bermerk cukup kami nikmati dari iklan2 di majalah dan di etalase toko :) dulu sih kadang masih terasa ngenes, tapi sekarang saya sangat bersyukur dengan gaya hidup yg diterapkan nenek dan aki dari dulu sampai sekarang. walaupun alhamdulillah, jerih payah aki dan nenek sudah berbuah saat ini, mereka tidak silau dan selalu low profile. kata suami malah terlalu low profile. ah biarlah, mereka menikmati kehidupan mereka seperti itu. saya yakin, yang menjadi sumber kebahagiaan mereka adalah kebahagian anak2 dan cucu2 mereka.
oya, nenek mengambil pensiun dini sebelum usia pensiun yang dianjurkan pemerintah. walaupun pensiun, nenek up to date lho dengan perkembangan informasi, terutama yg berhubungan dengan kesehatan. waktu melahirkan pilar, nenek lah yang paling mendukung pemberian asi. masalah2 terkait dengan makanan bayi, tumbuh kembang, canggih lah pokonya :)
lalu berkaitan dengan diterimanya nenek dulu di elektro itb, nenek orangnya ulet lho dengan hal2 yg berbau elektronik. bahkan lebih berbakat dari aki to be honest :)
jago memasak. selalu nanya kami ingin dimasakkin apa kalo main ke bandung :) her best cook should be: daging gepuk dan pepes ikan.
jago menjahit. walaupun sekarang sih seringnya jahit di penjahit, tapi dulu mesin jahit merk siger yang ditaro di tengah rumah, sering banget beroperasi :)
in short, she's the most super talented woman i've ever known :)

akinya pilar lahir di bandung, pada malam kemerdekaan indonesia. yap, 16 agustus 1945. if only my late granma knew that the next day would be the nation's independence day ya :) aki juga mengalami masa2 harus mengungsi saat pendudukan belanda/jepang. tapi tempat pengungsian keluarga aki lebih jauh lagi, di solo lebih tepatnya. they marched their feet from bandung to solo you know! aki kecil sekolah di bandung, dengan smp dan sma yg sama dengan nenek tapi aki 3 tahun di atas. oya, aki "memalsukan" tahun kelahirannya menjadi 1944 agar bisa "curi2" sekolah walaupun sebenernya usianya belum mencukupi. tamat sma, aki melanjutkan ke geologi itb, dengan rangking masuk peringkat ke 21 saja dari seluruh peserta masuk itb..ck ck ck..hebat ya si aki. aki is crazy about sport. jago maen bola. you would agree with me when seeing his figure now, slim and fresh. definetely looks younger than his actual age. aki tamat kuliah terlambat dari jadwal seharusnya. kenapa? karena di tahun2 akhir kuliah, aki nyambi bekerja. he didn't come from rich family either so he got to help his parents to earn some money. this also became one of the reasons why nenek and aki got married quite late (at that time ya). aki was 31 and nenek was 29 yo. both have got to support their family, put aside personal goal, up until they thought they could handle their own family.

aki pernah kerja di pemerintahan, tapi karena banyak ketidakcocokan (kebobrokan to be exact), aki memutuskan untuk kerja di konsultan swasta nasional di bandung. aki sangat loyal dengan perusahaan tempat dia bekerja, pernah keluar selama 2 tahun dengan alasan perlu tambahan uang untuk pendidikan kami anak2nya, dan tambahan tabungan untuk masa depan. setelah dirasa cukup, aki kembali bekerja di perusahaan yg sama, dengan gaji sepersekian lebih kecil. for him, family always comes first. he chose not to work for those big multinational companies, why? karena aki ingin anak2 aki tinggal di bandung, sekolah di bandung. aki percaya kalau pergaulan dan fasilitas pendidikan di bandung adalah yg terbaik untuk anak2nya (saat itu ya). aki once told me, if i ever accepted those offers from those companies, where would we stay? in papua? in kalimantan? where would you go to school? in bandung? and me somehere else? no, life is not only about the money, he said. oh aki, how i envy you. so much.

now only i could give them gifts, some are expensive i know, because they themselves, eventhough they can afford it, they wouldn't buy those things. simply because it's too expensive. my dear husband supports me on this and our task now dear is to remind ourselves that on our priority scale: our little family must come first. and stay as low profile as possible (*yes, do cut my bag shopping budget hubby* #i never approved your request on having bag shop account, wife!, said husband# no, seriously, i've become too extravagant lately hiks..)

back to topic, happy 34th anniversary aki nenek. we love you so much! thanks for having raised us the way you do. couldn't ask for more. see you soon! :)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home