Bring it on!
Ok, where shall I start?
Setelah kembali dari paris, ga nyampe seminggu saya kembali harus pergi ninggalin anak dan suami di rumah. Tujuannya: Balikpapan, kota yang pernah saya tinggali selama lebih dari 2 tahun lamanya.
Seru! Terlebih karena tinggal di hotel yang pernah saya tinggali (juga) selama 3 bulan, ketemu temen2 lama, bertukar cerita, dan menikmati kuliner balikpapan yang susah ditemui di Jakarta. Ok, ada training juga sih. Hahaha.
Bref, setelah balik ke Jakarta, ternyata harus ikutan training lagi (Masya Allah, sering amat sih training mbak?). untung yang terakhir ini tetep di Jakarta, ga kebayang kalo harus pergi lagi ninggalin si bocah yang semakin ganteng dan menggemaskan (gantengnya iya banget, menggemaskannya kadang suka kelewatan sampai si mamah ini sering teriak “Astaghfirullaahalazim Pilaaaaaaar”).
Dan gongnya, senin besok ada tugas (sedikit mendadak) dari kantor. Taunya pas lagi di Balikpapan. Bapak boss ngasih sms kalo ada tugas menarik nih di Bandung, jadi dosen tamu bareng2 dengan seorang ekspat (yang juga pemberi training di Paris bulan lalu). Setengah ga percaya, saya sms balik, “maksudnya tugas buat Bapak?”. “Bukan, mia yg jadi dosen tamunya”.
Oooh, sh..
Antara seneng dapet kepercayaan mewakili kantor dan tremor karena grogi disandingkan sama bapak ekspat yang termasyhur itu.
10 menit kemudian baru akal sehat saya balik dan bales smsnya Bapak boss “Masih tremor sih Pak, tapi insya Allah siap”.
Baiklah, cukup dengan drama kehebohan saya untuk sebuah tugas yang kurang lebih adalah mempresentasikan perusahaan saya dan proyek2 yang telah selesai dan sedang berlangsung di divisi tempat saya bekerja. Slot waktunya pun “hanya” 1 jam dari 1 minggu perkuliahan oleh Bapak ekspat di kampus tercinta ITB.
Mungkin faktor yang terakhir yang bikin saya degdegan. Kembali ke kampus setelah 9 tahun ciao dari jalan ganesha. Excited udah pasti, kangen kampus, kangen liat wajah2 nan polos dan lugu (ah masaaa?), dan kangen untuk berbagi sedikit “ilmu” yang saya peroleh selama bekerja.
Di saat yang sama, mungkin karena dihajar travelling dalam waktu yang berdekatan, badan lagi didera radang tenggorokan. Bahkan suara sampai hilang, 4 hari sebelum tugas presentasi. Insya Allah, sudah fit for purpose sebelum bertugas ya Allah.. Bantu Mia ya Allah.. :)
Adik2 mahasiswa, silakan tanya sebanyak2nya, asal jangan tanya soal UASmu yaa..saya kan sudah lupita :)
Setelah kembali dari paris, ga nyampe seminggu saya kembali harus pergi ninggalin anak dan suami di rumah. Tujuannya: Balikpapan, kota yang pernah saya tinggali selama lebih dari 2 tahun lamanya.
Seru! Terlebih karena tinggal di hotel yang pernah saya tinggali (juga) selama 3 bulan, ketemu temen2 lama, bertukar cerita, dan menikmati kuliner balikpapan yang susah ditemui di Jakarta. Ok, ada training juga sih. Hahaha.
Bref, setelah balik ke Jakarta, ternyata harus ikutan training lagi (Masya Allah, sering amat sih training mbak?). untung yang terakhir ini tetep di Jakarta, ga kebayang kalo harus pergi lagi ninggalin si bocah yang semakin ganteng dan menggemaskan (gantengnya iya banget, menggemaskannya kadang suka kelewatan sampai si mamah ini sering teriak “Astaghfirullaahalazim Pilaaaaaaar”).
Dan gongnya, senin besok ada tugas (sedikit mendadak) dari kantor. Taunya pas lagi di Balikpapan. Bapak boss ngasih sms kalo ada tugas menarik nih di Bandung, jadi dosen tamu bareng2 dengan seorang ekspat (yang juga pemberi training di Paris bulan lalu). Setengah ga percaya, saya sms balik, “maksudnya tugas buat Bapak?”. “Bukan, mia yg jadi dosen tamunya”.
Oooh, sh..
Antara seneng dapet kepercayaan mewakili kantor dan tremor karena grogi disandingkan sama bapak ekspat yang termasyhur itu.
10 menit kemudian baru akal sehat saya balik dan bales smsnya Bapak boss “Masih tremor sih Pak, tapi insya Allah siap”.
Baiklah, cukup dengan drama kehebohan saya untuk sebuah tugas yang kurang lebih adalah mempresentasikan perusahaan saya dan proyek2 yang telah selesai dan sedang berlangsung di divisi tempat saya bekerja. Slot waktunya pun “hanya” 1 jam dari 1 minggu perkuliahan oleh Bapak ekspat di kampus tercinta ITB.
Mungkin faktor yang terakhir yang bikin saya degdegan. Kembali ke kampus setelah 9 tahun ciao dari jalan ganesha. Excited udah pasti, kangen kampus, kangen liat wajah2 nan polos dan lugu (ah masaaa?), dan kangen untuk berbagi sedikit “ilmu” yang saya peroleh selama bekerja.
Di saat yang sama, mungkin karena dihajar travelling dalam waktu yang berdekatan, badan lagi didera radang tenggorokan. Bahkan suara sampai hilang, 4 hari sebelum tugas presentasi. Insya Allah, sudah fit for purpose sebelum bertugas ya Allah.. Bantu Mia ya Allah.. :)
Adik2 mahasiswa, silakan tanya sebanyak2nya, asal jangan tanya soal UASmu yaa..saya kan sudah lupita :)
0 Comments:
Post a Comment
<< Home