Thursday, June 23, 2011

Dari pasangan investor amatir

Jujur, kami baru berani belakangan ini saja utk berinvestasi di saham dan reksadana. Investasi ya, catet. Bukan trading. Buat tujuan jangka panjang, bukan nyari untung sesaat a.k.a. beli pas murah jual pas tinggi. Awal2 pernikahan dulu memang kami ga serius invest karena fokus untuk membeli mobil dan rumah perdana (ya, salah juga sih. Harusnya invest sih tetep jalan terus sekecil apapun.again, amatir :P).

Nah seiring dengan semakin bertambahnya nilai investasi kami (bertambah ga berarti banyak lho ya, LOL masih jauh ini perjalanan), semakin degdegan dong dengan adanya fluktuasi pasar modal. Bukan hanya yang lokal ya, tapi juga global. Bukan hanya karena pergerakan global bisa berpengaruh di lokal, tapi juga saham kumpeni saya kan memang di eropa dan new york. Sigh…

Pengen rasanya tutup mata tutup telinga biar ga usah tahu deh apa yang sedang terjadi, tapi ya ga mungkin juga. Belakangan ini pas ihsg anjlok menyusul anjloknya pasar global, banyak analis yang rekomen untuk bertahan di blue chips saja. Ada juga yang saran untuk dicairin dulu. Hadeh, gimana ga deg2an ini. Walopun akhirnya perlahan tapi pasti sentimen positif lagi, kami sempet kepikiran utk cairin sebagian.

Nah ini niatnya udah melenceng dong ya, jadinya trading lagi bukan invest. Pengennya untung doang, pas rugi pergi. Ga sesuai sama spiritnya investasi. Kenapa kita pilih reksadana atau saham A, B, atau C? Tau ga portfolio company2 yang kita percayakan untuk kita ikut urunan dalam modal company2 tersebut? Percaya ga dengan kompetensi orang2 di dalamnya? That they won’t disappoint us, the shareholder. Yoi, walopun cuma sepersekianribu persen dari total modal mereka, kita juga share holder lho :D LOL.

Jadi (pake basmalah dulu) kita ga cairin dong, dan percaya sama pilihan2 kita. Alhamdulilah sekarang udah merangkak lagi, yg di sini maupun yg di sana. Baik2 ya wahai para kumpeni yang kami percayakan sebagian rejeki kami. Dana pendidikan, pensiun, dan liburan kami bergantung padamu :D

Mbak mau nikah :)

Kabar ini sebenarnya mulai mencuat beberapa minggu lalu. Awalnya teteh yang bilang kalau tahun ini mbak ada rencana nikah, tapi terus mbak yang counter, “masih belum pasti bu”. Sampai akhirnya kemarin, sepulangnya mbak dari kampung untuk nengok calonnya yang sakit, akhirnya mbak confirm kabar baik ini, “iya bu, lebaran haji saya mau nikah. Tanggalnya belum pasti, nunggu hari baik dari orang tua. dan saya mau ambil tabungan di ibu ya”. Tentu saya senang dengan kabar baik ini, terlebih mbak juga confirm akan tetap membantu kita di rumah karena calon suaminya pun kerja di luar kampungnya. Kalau sudah hamil nanti mungkin lain ceritanya tapi kita lihat nanti lah gimana jalan keluarnya. Tapi sekarang saya senang dan … tring tring… udah kepikiran pengen ngajakin mbak ke tanah abang dong buat perlengkapan nikahnya.. hahaha.. semoga lancar dan pernikahannya nanti diberkahi Allah ya mbaku sayang.

Tuesday, June 21, 2011

farewell june 2011

Ada 2 momen paling menyentuh seminggu terakhir ini.

Pertama, teman di kantor pindah kantor. Kenal dengan mbak ini sejak awal 2008 saat pindah ke kantor jakarta. Ternyata dulunya sekampus dan sejurusan lho, walo dia duluan satu dekade. LOL. Sedih juga waktu farewellnya senin kemarin saya ga bisa ikutan karena asisten pulkam. Tapi semoga silaturahmi jalan terus ya, insya Allah.

Paling enak memang punya rekan kerja yang ga berpolitik di belakang. Maksudnya ya kita kerja kerja aja. Ga ada niat nyari kesalahan orang dan move towards improvement. Begitu juga dalam hubungan personal. Ga dibikin susah, ga dibikin mumet, yang simpel2 aja tapi berbekas. Itu kesan yang saya dapat setelah 3 tahun ini hampir selalu terlibat baik dalam urusan kerjaan maupun di luar kerjaan.

Terima kasih untuk semua bantuannya ya Mbak. Semoga sukses dan betah di tempat baru. Next, kita belanja lebaran di Tanah Abang Blok A yuk? *wink*

Yang kedua, acara farewellnya suami dari pabriknya di cikarang. Yg ini sih based on cerita suami aja ya (ngapain juga gue ngikut2 kayak first lady, LOL). Jadi waktu farewellnya kemarin, hampir semua orang yang pernah terliat urusan kerjaan diminta kesan2nya selama kira2 setahun lebih dia kerja di pabrik. Alhamdulillah semua feedbacknya positif (takut ditampol juga kali ya kalo ngasih yg negative, LOL). Seriously, saya terharu waktu denger feedback2 itu, dan bangga banget sama suami dengan dedikasi dia selama ini. Yang ga denger langsung aja terharu, apakabarnya suami saya waktu denger langsung semua itu ya? Haha mana mungkin dia menitikkan air mata di depan karyawan2 pabrik :D

Dan intinya, semua perpindahan dan perubahan ini tentunya punya maksud baik untuk masing2 pihak ya. Terlepas dari semua keharuan yang diciptakan, life must go on. Good luck!

Friday, June 17, 2011

My boy and the basket ball

Ever since he watched one barney episode with basket ball in it, my boy didn’t stop to ask for a basket ball. I kept telling him, “ask your dad” and the father kept telling “we’ll get you one soon”. It’s been months and we couldn’t find him a basket ball (+ the ring). We did, however, a survey in some toy store and online but still couldn’t make up our mind on which type to buy..until finally ELC got its summer sale yesterday so I decided to get him a set of basket ball + the ring + the romper. Yayyy!

We got home a bit late, around 8 PM and the kid was asleep. He usually sleeps a bit later at 9.30 PM. I whispered him “papa beliin pilar bola basket nih” and somehow he was distracted and woke up :)

He was glad, to the max. he wore the romper and started to play basket ball until 10.30 PM. We were all tired. I said to him “Bobo yuk. Udah malem. Ntar pilar mimpiin main bola basket lagi ya”. Pilar agreed “iya ma, pilar ngantuk. Mau bobo”.

When I told him to open the romper, he declined. He even hugged the ball til he fell asleep :) yes, the basket ball player was sleeping with the romper on and the ball beside him.

The next morning, he woke up early at 5.30 AM. as soon as he got off the bed, he was looking for the ball and again played some basket ball game :)

Mama & Papa are happy watching you happy, sonny!




Thursday, June 16, 2011

remember this?

mr. husband also had his turn this month :)

we're so grateful with these blessings and really hope that You'll always preserve our little family, dear Lord.

and for you, yes you dear husband, i must say that i'm out of words. you deserve it more than anything. i'm happy just to hear the news that everyone's happy with your work and achievement. i'm happier to know that you're doing this not only for yourself but also for your loved ones at home.

and if there's anything i want to say more is...please come home each and every day. like you always do, now until forever. we love you. much.

Friday, June 10, 2011

#random #plsdontthrowup

oh i like how today ends.
a bit tensed in the morning, preparing "the" meeting with people from the government.
the meeting went well.
and hubby dropped the idea of leaving the office earlier so we could have our friday nite date longer than usual.
i just loooove it.

today is the bus day. we walk from home to the nearest bus shelter. the bus is crowded as usual, but we always manage to get the same bus. he stops at kuningan timur shelter and takes another bus which stops exactly in front of his office, while me stop further at karet kuningan shelter right in front of my office. i guess we're lucky enough to live and work near a bus shelter :)

it's true that we cannot chat as easily and as freely, as we can inside a car, but i'm feelin melancholic just by walking together. or holding his hand while waiting for a bus to stop. or simply to stand beside him inside the bus and say goodbye when it's his turn to stop.

gosh i miss him already.

dear dear hubby, please come soon, your mellow wife is dying to see you.

Thursday, June 09, 2011

cause i shiver...

Salahin lagu shiver-nya Natalie imbruglia yg muncul di playlist pagi ini, gue jadi kepikiran scotland trip kira2 5 tahun yang lalu. Ceritanya salah satu campus trip kita adalah mengunjungi Aberdeen, ke kantor cabang kantor gue sekarang di sana, dan ke offshore platformnya. Pengalaman pertama gue pake chopper, dan langsung pake yg puma bok ! bisa muat 15 orang satu chopper.

Sebenernya ada 3 tujuan trip, sebagian ada yg ke itali dan norway, masing2 tim ada sekitar 15 orang.
Nah, tim scotland, mostly, anak2nya super asik. Sebelum pergi kita janjian mau sekalian road trip di sana. Jadi begitu keluar airport, kita nyewa mobil (ford focus-masih inget) dan langsung ngiterin dulu highland dan route of whisky sebelum ke Aberdeennya sendiri.

Nginepnya di Inverness, ga jauh dari danau lochness yg spooky itu. Kita nginep ber-15 dalam satu kamar :D ya kamarnya kayak hall gitu sih dan kasurnya bertingkat. Seru banget share room kayak gitu, ada yg kerjanya indehoy terus mojok di kamar, ada yg sibuk namatin buku yg dia beli di airport, ada yg gosipin anak yg indehoy tadi, hahaha…
Tapi ya di hotel paling numpang tidur doang sih, yg seru kan tripnya :)

Kenapa berkesan bgt? I must say background perjalanannya oke banget. Jalanan sepi, kanan kiri pemandangan super indah yang ganti2 temanya. Kadang kita lewatin lembah2 pegunungan dan peternakan, trus ujug2 ada kastil kecil dari batu, ganti tema ke pantai bertebing curam, dan kalo udah utara banget jadi Padang rumput dan lumut yang serba ijo dimana2. Ditambah langitnya Britania kan seringnya sendu ya, jarang bgt ada matahari. Tambah mellow lah kita :D hahaha.
Ada yg bertugas mantengin peta, buat tau situs2 apa aja yg menarik buat diliat di perjalanan kita. Kastil, naikin menara air, resto fish n chip, sampai tebing pantai yg tinggi itu kita turunin bareng2, lanjut mampir ke lochness. pas di lochness ini pas lagi ada kawinan ala scottish lengkap dengan rok kotak2 dan backpipenya, syeruuuw! dan, tentu saja pabrik pembuatan whisky :D

Terus hubungannya sama Natalie imbruglia apa? Di mobil kita nyetel radionya skotlan dan playlistnya waktu itu paling sering ya si mbak ini dengan shivernya :)

Buat yang pengen liat breathtaking view bak filmnya Harry potter, dan film2 british lainnya, mari silakeun visit Scotland. masih sepi dan bersih banget (ga serame UK), tapi lebih well established dari irlandia.

Oya, selesai dari Aberdeen, gue sendirian backpacking pake bis ke dundee. Di sana ketemu temen lama, maul dan istri. Bareng mereka kita road trip lageeeeh! Hahaha, how lucky I was. Naik mobilnya maul kita jalan ke st Andrew (waktu itu pangeran2 itu masih kuliah di sana kali ya ahiwwww!), strawberry picking dan makan 2nd best fish n chip in whole Britain (penting banget diceritain soalnya enak gila!), lanjut sampe Glasgow.

Dari Glasgow gue naik bis lagi balik ke Aberdeen (secara tiket pesawatnya Aberdeen-paris), and ended this whole Scotland trip.

Berkesan banget! Pengen lagi kesana ngajak suami dan anak. Amiiiin amiiiin.

just a glimpse on how beatiful the country is..





Monday, June 06, 2011

From pilar’s 2nd performance last week

Tema general assembly kali ini adalah jungle. Khusus kelasnya pilar, semua anak pake kostum jerapah. Kostum ini dipesen dari salah seorang ibu yang emang niat bgt ngurus kostum anak2 di sekolah. Untuk pilar dipilih yang modelnya rompi, bukan yang seluruh badan.

Sejak awal kostum ini selesai, pilar selalu menolak pake. Mungkin ga enak ya, secara ada topinya gitu. Dan pas dicobain emang sempit di pilar. Hehehe agak bongsor emang dibanding temen2 sekelas lainnya. Dari beberapa hari sebelum performance, mama udah bisik2in terus sih, “pilar nanti pas performance mau ya pake kostum jerapahnya? Temen2 pilar yg lain juga pake. Ntar seru, nari2 bareng”. Terus begitu sampai sesaat sebelum di”serahterimakan” sama guru2nya :)

Beda dari performance pertama di bulan desember lalu, waktu ditinggal mama pilar ga nangis. Langsung duduk di barisan terdepan bareng teman2nya. Mama pindah ke bagian tempat foto2. Timnya pilar tampil yg ke-2. Semua anak naik panggung dan guru2nya dari bawah panggung nyontohin gerakan2 nari. Lagunya George of the jungle :)

Oya, papa dengan sangat disesalkan ga bisa liat perform, karena harus nyelesein handovernya sebelum pindah ke kantor jakarta. It’s ok pa, next time ya ;) jadi mama, pilar, dan teteh didrop papa ke sekolah. Pulangnya kami naik angkot. Ini kali pertama pilar naik angkot.

Waktu turun dan jalan kaki ke rumah, mama tanya:
“pilar seneng ga naik angkot?”
“seneng ma”
“pilih taksi atau angkot”
“aciiii (taksi) ma”
LOL

Ini foto2nya pilar waktu performance kemarin :)



Wednesday, June 01, 2011

hidup mandiri

Siapa sih yang ga pengen hidup mandiri? Walaupun jalannya untuk tiap orang, tiap keluarga berbeda2, imo tujuan ultimatenya pasti pengen hidup mandiri. Kalau mencatut financial indepencenya @mrshananto: pay your own bill, pay your own debt, own your first property.

Saya bersyukur punya suami yang (akhirnya) satu visi sama saya, at least sesudah menikah ya..karena waktu single dulu sih dia demen banget nebeng2an, as mentioned in this post. Okelah, saat awal menikah saya (akhirnya) memutuskan untuk nebeng di rumah transit mertua atas permintaan suami untuk menjaga rumah mereka, setelah mutung2an karena saya keukeuh pengen kos aja semampunya.

Jadi dengan kondisi seperti ini di awal pernikahan, langkah awal yang kami ambil, starting from day-1 adalah mencari properti pertama. Ya, kerjaan kami tiap hari adalah mantengin iklan mini di koran dan jambangin tiap pameran properti. Kalo masalah bayar tagihan, bayar utang mah udah out of question lah ya. Bersyukur, di bulan ke-3 kami sudah menandatangani kontrak jual beli tanah tempat rumah kami sekarang. Dan di bulan ke-5 untuk kontrak pembangunan rumahnya sendiri. Dan akhirnya sebelum kami berusia 30 (penting bgt deh ih ngomongin umur :p) kami sudah menempati rumah kami yang kami bangun susah payah di atas tanah yang kami cari dengan susah payah pula. Semoga, insya Allah barokah ya.

Kenapa di atas saya tulis berulang2 susah payah? Soalnya kadang2 orang suka salah fokus, atau ga menyeimbangkan fokus. Ada contoh keluarga dekat yang saya tau dia juga susah payah bekerja, sering banget lembur bahkan sampai tidur di kantor. Sampai sekarang di usia yg tidak muda lagi, belum punya properti pertama. Padahal gaji bisa dibilang cukup ya utk dia sisihkan sebagian utk nyicil kpr. Ya, salah fokus itu tadi. Uangnya kepake utk yg lain2.

Kalau udah begini, keluar deh jurus minta tolong orang tua. saya sendiri sih setuju sama prinsipnya @adhityamulya, orangtua udah kita susahin dari kita lahir sampai dewasa, masa udah dewasa kita masih nyusahin juga? Dan well, menjadi mandiri dan tidak menyusahkan ortu memang sudah jadi bagian dari impian masa kecil saya :) terlepas dari rasa sayang orangtua kepada anak-anak dan mereka pasti ga ngerasa disusahin ya, tapi tentu kita akan merasa lebih bahagia jika orangtua bangga dengan pilihan hidup kita.

Ya, pilihan hidup. Indikatornya bukan berapa uang atau properti atau bentuk investasi lain yang kita punya, tapi pilihan hidup untuk mandiri dengan berapapun pendapatan kita, punya visi yang jelas dan bertanggung jawab utk fulfill visi tersebut, dan tentu saja: living a life that we deserve.

Sampai setahun yang lalu kami masih merasa belum pantas untuk punya sopir (dengan pendapatan kami versus tujuan financial kami di depan), padahal suami kerja nun jauh di cikarang. Dia rela nyetir loh lebih dari 100 kilo per hari dengan kemacetan cikarang yang tersohor itu. Alhamdulillah dengan kabar baik di tahun ini, insya Allah kondisi kami sudah sehat utk dibantu sopir. Dan hamdallah lagi walopun sudah ada sopir, kami berdua memutuskan utk naik bis saja ke kantor (karena dgn posisi barunya, suami pindah kantor lagi ke head office). Post utk bensin bisa utk menutup biaya sekolah anak yg naik per juli ini (kayak Agung sedayu aja nih biaya sekolah). Jadi kakang hanya kami mintakan bantuan untuk anter jemput anak sekolah dan keperluan darurat saja.

Mobil kami pun masih city car sejuta umat yang kami beli cash di bulan ke-3 pernikahan, ga mampu beli cash mobil super bling2 :) sampai sekarang pun kami merasa belum pantas utk punya yg bling2. Insya Allah kalau rejeki, biar ganti mobil ini jadi urusannya kantor suami. Ya Pa ? ;)

Saya juga masih hepi2 aja naik bis ke kantor, transport cost murah dan lebih cepet pula menghadang macetnya buncit-mampang.

Saya pernah baca ada yg ngetwit “hidup mandiri itu membahagiakan. gak gampang, tapi membahagiakan” (lupa akunnya, soalnya baca dari yg re-twit), dan itu bener banget, nget nget nget.